Mengulang Tahun di Tahun 2015

Sabtu, 21 Februari 2015. Aku terbangun pukul 07.30 WIB. Aktivitas pagi langsung aku mulai dengan cek handphone. Tidak ada notification. Sepi.
Aku lanjutkan dengan aktivitas lainnya yaitu gegoleran hingga jam menunjukkan waktu pukul 08.12 WIB. Waktu yang sama, aku kembali memeriksa handphone. Masih sepi.

Continue reading

Advertisements

Resensi: Belajar Keteduhan Sikap dari KH Hasyim Asy’ari

image

Judul Buku            : Guru Sejati Hasyim Asy’ari

Penulis                  : Masyamsul Huda

Penerbit                : Pustaka Inspira

Cetakan                : I

Tahun Terbit         : 2014

Jumlah Halaman   : 268 Halaman

Jenis Buku            : Novel Sejarah

Sekali lagi, aku menyaksikan sejarah yang membuktikan bahwa kekerasan bukanlah jalan yang terbaik untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Justru dengan kekerasan perjuangan dan cita-cita menjadi mudah dipatahkan dan akhirnya tersungkur tanpa hasil.

Kutipan di atas merupakan sebuah hasil pemikiran dari seorang Kyai Sakiban. Kyai Sakiban adalah salah satu sosok yang ikut berperan pada perjuangan di Desa Cukir tahun 1889 serta secara tidak langsung berperan pada berdirinya Pondok Pesantren Tebu Ireng yang terletak di Kabupaten Jombang.

Continue reading

Rasa Pilu Dari Pejuang-Tak-Dikenal

Nisan Pejuang Tak Dikenal

Nisan Pejuang Tak Dikenal

Saya mendapatkan rasa pilu pada sebuah titik lokasi TPU Karet Bivak. Titik yang terletak persis di sebuah persimpangan dengan ditandai Blad bernomer 33. Sejumlah 21 makam yang terbagi menjadi dua baris dengan tanda tiang bendera kecil di setiap nisannya inilah yang langsung menjadi sumber perhatian saya saat itu. 21 nisan yang ada, terdapat 11 nisan bertuliskan “Makam Pejuang Tak Dikenal”. Tidak ada nama, bahkan waktu wafat. Membayangkan tokoh-tokoh tersebut ikut berjuang merebut kedaulatan NKRI lalu wafat dengan tidak dikenali oleh siapapun lalu berakhir dengan tulisan di nisan Makam Pejuang Tak Dikenal, menciptakan rasa pilu dalam hati saya. Bukan hanya itu saja, rasa pilu yang lebih besar lagi langsung menjalar memenuhi hati saya saat melihat kondisi di sekitar nisan tersebut. Bahkan pilu itu terasa hingga detik saat saya mengetik ini.
Continue reading

TPU Karet Bivak: Bukan Makam Biasa

TPU Karet Bivak

TPU Karet Bivak

Kali ini saya ingin membawa anda menuju kawasan Karet Tengsin, sebuah kawasan yang terletak di Jakarta Pusat. Karet Tengsin merupakan sebuah nama kampung yang ada di sekitar Tanah Abang. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari buku terbitan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, nama Karet Tengsin berasal dari seorang Tionghoa kaya raya dan baik hati bernama Tan Teng Sien yang memiliki perkebunan karet pada tahun 1890-an. Tan Teng Sien dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang memiliki sifat baik hati dan selalu memberi bantuan kepada masyarakat sekitar kampung. Hal tersebut membuat Tan Teng Sien jadi sosok yang dikenal. Bahkan pada waktu Teng Sien meninggal, banyak masyarakat yang datang melayat hingga masyarakat luar Jakarta seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat itu masyarakat selalu menyebut daerah itu sebagai daerah Teng Sien. Ditambah karena wilayah itu banyak ditumbuhi pohon karet maka daerah ini terkenal dengan nama Karet Tengsin.

Ada sebuah tempat menarik yang terletak di kawasan Karet Tengsin yaitu TPU Karet Bivak. Anda penasaran dasar apa yang membuat saya membahas taman pemakaman umum ini? TPU dengan luas lahan hampir 17 hektar dan sudah ada sejak tahun 1938 ini hampir tidak ada bedanya dengan TPU lainnya yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta. Sebelum bulan puasa Juni lalu, saya mendapatkan informasi bahwa lakukan ziarah ke tempat pemakaman ini memiliki dua kelebihan dibanding TPU lainnya. Hari minggu, awal Agustus lalu akhirnya saya sempatkan waktu untuk berkunjung. Berikut hal yang saya temukan dan juga yang menjadi kelebihan menarik tempat ini: Continue reading

Mau sampai kapan menyimpan rasamu?

Hai sahabat. Apa kabarmu? Ku harap kau dalam keadaan yang lebih baik dari pertemuan terakhir kita. Aku rindu mendengar ceritamu yang kerap membuatku gemas. Pasti kau sudah tahu cerita yang mana. Apakah subjek dalam ceritamu masih sama seperti cerita pada pertemuan terakhir kita? Aku paham, terkadang kau pun kesal mendengar ucapanku yang menginginkanmu bercerita hal lain. Begini sahabatku, aku memiliki alasan tersendiri atas sikapku. Ini tidak mudah untukku bercerita, sahabat. Tidaklah mudah. Continue reading

Blusukan di Petak Sembilan – Glodok, Jakarta

Jika berkunjung ke daerah Kota Tua, Jakarta, Tampaknya belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Petak Sembilan yang terletak di kawasan Glodok. Dahulu di kawasan Glodok ada semacam waduk penampungan air kali Ciliwung.Glodok berasal dari kata grojok sebagai bunyi dari air yang jatuh dari penampungan air tersebut. Orang Tionghoa dan keturunan tionghoa menyebutnya dengan Glodok karena sulit mengucapkan kata grojok layaknya orang pribumi.

Sebelum masa kekuasaan Belanda, Glodok sudah didiami oleh orang Tionghoa. Kemudian di tahun 1740 terjadi pemberontakan kaum Tionghoa dengan pemerintahan Belanda sebagai bentuk protes terhadap pajak yang dikenakan yang sangat tinggi. Namun, pemberontakan kaum Tionghoa terkalahkan dan menyebabkan kaum Tionghoa diusir dari dalam tembok kota dan mendiami kawasan Glodok sehingga kemudian kawasan ini menjadi pusat perkampungan kaum Tionghoa. Sejak itu Glodok berubah menjadi Pecinan dan sebagai pusat perdagangan. Petak Sembilan berada agak sedikit ke dalam, tepatnya di belakang Pasar Pagi Glodok.

Terdapat banyak “harta karun” yang berada di Petak Sembilan. Mari kita telusuri harta apa saja yang ada. Continue reading

Perkembangan Gereja Katolik Masa Awal

Sebelum membacanya, mohon lepaskan persepsi anda terlebih dahulu mengenai konsep keyakinan anda masing-masing, apapun keyakinan anda. Mohon memahaminya sebagai konteks ilmu pengetahuan dalam sudut pandang sejarah. Semua data ini merupakan hasil pencarian saya melalui berbagai website seperti katolisitas.orgwww.wikipedia.com dan juga melalui berbagai buku mengenai sejarah gereja Katolik. Awalnya saya kumpulkan sebagai bahan diskusi di grup “Cerah: Cerita Sejarah” saat giliran saya pemberi materi. Namun tidak ada salahnya untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain. Sehingga perlu saya tekankan bahwa posting ini bukan untuk acuan sumber. Namun sebagai bahan bacaan saja. Continue reading